Sejarah Desa

  • Sejarah Desa Kemadohbatur
  1. Pada zaman dahulu sebagian besar masyarakat Desa Kemadohbatur mempunyai adat istiadat kepercayaan yaitu pada bulan suro tidak boleh melaksanakan hajatan mantu atau khitanan dan apa bila dilanggar akan mendapat musibah.
  2. Pada musim tanam dan panen padi membawa ambengan kesawah dengan harapan membawa keselamatan atau berkah kepada pemilik.
  3. Pada bulan suro mengadakan syukuran di pertigaan atau di perempatan dengan menyembelih kambing, bagian kepala dan kakinya di tanam di tempat, dagingnya dimasak di tempat setelah selesai dagingnya digunakan untuk bancaan dan sebagian lagi dibagikan pada warga.
  4. Pada bulan apit masyarakat mengadakan sedekah bumi atau kuras sumber, dengan menggelar seni budaya wayang kulit atau tayuban.
  5. Sejarah Pembangunan Desa Kemadohbatur dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

 

Tabel  : Sejarah Pembangunan Desa Kemadohbatur

TAHUN KEJADIAN YANG BAIK KEJADIAN YANG BURUK
Sebelum Tahun 1942   Desa Kemadohbatur dijajah Balanda rakyat sangat menderita banyak Pageblug
1942 Belanda yang ada di Desa Kemadohbatur di usir Jepang Rakyat Desa Kemadohbatur dikuasai Jepang lebih sengsara lagi dan banyak penyakit menular
1945 Rakyat Desa kemadohbatur merasa senang karena Indonesia Merdeka bebas dari penjajah, Belanda dan Jepang pulang mempunyai peninggalan bangunan Rakyat Desa Kemadohbatur ada di kawasan hutan sangat sulit berkomunikasi dengan pemerintah Seten untuk minta bangunan, terpaksa rakyat kerja bakti membua jalan
1949 Didirikan SR SR di tempatkan di rumah warga dan berpindah – pindah, pada waktu Ujian ke kawedanan sehinga warga yang tidak mampu tidak bisa mengikuti ujian Negara hanya ujian sekolah
1965   Meletus G. 30 S. PKI banyak tokoh masyarakat dan warga Desa Kemadohbatur di ambil dianiaya bahkan sampai  sekarang tidak pulang dan tidak ada kabar beritanya
1977 Dibagun SD Impres, SDN I Kemadohbatur Guru kalau mau ke kantor sangat susah dan sulit karena jalannya masih lurung
1979 Berdiri SDN 2 Kemadohbatur dan puskesmas Guru kalau mau ke kantor sangat susah dan sulit karena jalannya masih lurung
1982 Berdiri SDN 3 Kemadohbatur Guru kalau mau ke kantor sangat susah karena belum ada transportasi
1984 Dibangun jalan Kemadohbatur sampai Godan (makadam)  
1989 Jalan Kemadohbatur s/d Godan di bangun aspal menjadi jalan PU  
1997 PDM-DKE digunakan untuk membangun prasarana fisik dusun Batur – dusun Guwo, dusun Batur – dusun Sukorejo Bangunan tersebut kurang memuaskan, karena harga material pada RAB dan kenyataan di lapangan tidak sesuai
2002   Jembatan Dusun Srikunng longsor dan tidak ada perhatiaan dari pemerintah, karang taruna mengambil langkah untuk minta gotong-royong kepada pengguna jalan
2003 Membuat bangunan Joglo Balai Desa Kemadohbatur dan Rehab Masjid desa dari dana ADD dan swadaya masyarakat  
2004 Membangun Balai Desa Baru dari dana ADD  
2005 Rehab PUSKESMAS dari dana ADD  
2006 Membangun Pagar belakang balai desa dan MCK umum balai desa dari dana ADD  
2007 Rabat jalan dusun Sukorejo s/d Getasari  
2008 Rabat jalan dan talut jalan dusun Batur dari dana ADD Dusun Sukorejo ada bencana alam banjir jembatan ambrol dibangun oleh pemerintah
2009 PNPM turun untuk membangun bangun Rabat Jalan dan Makadam Dusun Srikuning, Madoh,Widuri dan Rehab Pagar Balai Desa dana dari dana ADD  
2010 Dana PNPM untuk membangun Rabat Jalan dan Makadam dusun Plumpung,Sukorejo,Getasari, Pintu gerbang balai desa, Rabat Jalan Batur dan Guwo dari dana ADD Ada pembunuhan masal orang pati, semua pelakunya arang pati, tempat kejadian di dukuh Srikuning

 

 

2011 Dana PNPM untuk membangun Rabat Jalan dan Makadam dusun Widuri,Tlogomanik,Gedung PAUD Srikuning  
2012 Dana PNPM digunakan untuk membangun Polindes  
2013 Dana PNPM digunakan untuk membangun Jln. Dan Jembatan Dusun Sukorejo,dana ADD digunakan untuk membangun Talud Dusun Plumpung dan Srikuning